• (024) 6723456
  • sisteminofrmasi-s1@stekom.ac.id

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) didorong memanfaatkan teknologi digital. Pemanfaatan tersebut diyakini meningkatkan efektivitas berusaha di tengah pandemi.
 
“Dengan materi mengenai penyuluhan marketing online, diharapkan para penjual kain tenun di Desa Sukarara siap untuk berjualan secara daring dan produk dari desa ini bisa dikenal secara luas," kata perwakilan DPW Sahabat Ganjar Nusa Tenggara Barat (NTB) Benny Siagusman melalui keterangan tertulis, Minggu, 5 Desember 2021.
 
Menurut dia, pelaku 
UMKM perlu mengikuti memanfaatkan teknologi sesuai perkembangan zaman. Sehingga, akrab dengan sistem e-commerce dan aktivitas bisnis online. pelaku UMKM, khususnya perajin di Desa Sukarara Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat mengambil manfaat dari pelatihan tersebut. Sebab, mereka membutuhkan hal tersebut untuk berusaha di tengah pandemi covid-19. Selain memberi pelatihan, Benny juga memberikan bantuan berupa bahan kain untuk perajin. Salah satu perajin, Apin, menyebut penyuluhan ini sangat bermanfaat.
 
“Penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi kami, khususnya pelaku usaha kecil. Dengan begitu, maka penjualan tenun di Desa kami bisa dikenal oleh masyarakat luas” kata dia.
Pandemi Covid-19 mempengaruhi banyak sektor di tanah air, termasuk sektor Usaha mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Mereka harus bertahan meski harus berhadapan dengan pembatasan kegiatan usaha.

Pemasaran secara tatap muka memang sulit dilakukan di tengah pembatasan kegiatan. Namun untungnya, untungnya ada teknologi digital yang bisa menjadi media penjualan sekaligus pemasaran produk UMKM.

Tingginya respon pembeli membuat Yanita melebarkan pemasarannya melalui platform digital seperti Tokopedia dan lainnya. Yanita juga tidak sekedar memasarkan makanan, namun juga hampers dan kue kering. Sempat di awal masa pandemi, Yanita memasarkan faceshield karena melihat tingginya permintaan masyarakat.

Melihat antusiasme dari pemasaran secara digital, Yanita mulai menjual produk mekanikalnya secara online. Jalur pemasaran ini sempat ingin digeluti oleh Yanita dan suaminya, namun baru terealisasi di masa pandemi ini.

Penggunaan platform digital yang tepat menjadi kunci dalam mendorong peningkatan bisnis UMKM. Salah satu platform digital yang cukup dipercaya UMKM adalah Tokopedia.

Selama pandemi Covid-19, Tokopedia telah mendorong banyak pelaku usaha untuk mulai berbisnis lewat platform digital. Hal ini terbukti dari jumlah merchant atau penjual di Tokopedia selama tahun 2020 yang melonjak signifikan.

External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya mengatakan, per Desember 2020, 9,9 juta penjual yang hampir seluruhnya UMKM telah terdaftar di Tokopedia. Jumlah penjual itu bertambah lebih dari 2,5 juta dari 7,2 juta penjual sejak Januari 2020.

Sepanjang tahun 2020, Tokopedia turut mendorong masyarakat untuk berbelanja produk UMKM Indonesia melalui berbagai inisiatif. Inisiatif itu antara lain Selamatkan Industri Kopi Lewat #SatuDalamKopi. Dalam kampanye ini, Tokopedia menggandeng lebih dari 1.000 pengusaha kopi di seluruh Indonesia dan mampu meningkatkan transaksi produk kopi menjadi lebih dari 2,5 kali lipat.

Inisiatif selanjutnya adalah Tokopedia Nyam Dorong Penjual F&B Go Digital. Kampanye ini membuat jumlah penjual makanan siap masak di Tokopedia meningkat hampir 3 kali lipat selama pandemi. Transaksi makanan siap masak juga tumbuh signifikan menjadi lebih dari 3 kali lipat jika dibandingkan dengan periode sebelum pandemi.

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved