• (024) 6723456
  • sisteminofrmasi-s1@stekom.ac.id

Sistem Informasi

Sistem informasi, seperangkat komponen yang terintegrasi untuk mengumpulkan, menyimpan, dan memproses data dan untuk menyediakan informasi, pengetahuan, dan produk digital. Perusahaan bisnis dan organisasi lain mengandalkan sistem informasi untuk menjalankan dan mengelola operasi mereka, berinteraksi dengan pelanggan dan pemasok mereka, dan bersaing di pasar. Sistem informasi digunakan untuk menjalankan rantai pasokan antarorganisasi dan pasar elektronik. Misalnya, perusahaan menggunakan sistem informasi untuk memproses akun keuangan, untuk mengelola sumber daya manusia mereka, dan untuk menjangkau pelanggan potensial mereka dengan promosi online. Banyak perusahaan besar dibangun seluruhnya di sekitar sistem informasi. Ini termasuk eBay, sebagian besar pasar lelang; Amazon, mal elektronik yang sedang berkembang dan penyedia layanan komputasi awan; Alibaba, e-marketplace bisnis-ke-bisnis; dan Google, perusahaan mesin pencari yang memperoleh sebagian besar pendapatannya dari iklan kata kunci di pencarian Internet. Pemerintah menyebarkan sistem informasi untuk menyediakan layanan dengan biaya yang efektif kepada warga. Barang digital—seperti buku elektronik, produk video, dan perangkat lunak—dan layanan online, seperti game dan jejaring sosial, dikirimkan dengan sistem informasi. Individu bergantung pada sistem informasi, umumnya berbasis Internet, untuk melakukan sebagian besar kehidupan pribadi mereka: untuk bersosialisasi, belajar, berbelanja, perbankan, dan hiburan.



Sebagai teknologi baru utama untuk merekam dan memproses informasi ditemukan selama ribuan tahun, kemampuan baru muncul, dan orang-orang menjadi diberdayakan. Penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg pada pertengahan abad ke-15 dan penemuan kalkulator mekanik oleh Blaise Pascal pada abad ke-17 hanyalah dua contoh. Penemuan ini menyebabkan revolusi besar dalam kemampuan untuk merekam, memproses, menyebarluaskan, dan meraih informasi dan pengetahuan. Hal ini, pada gilirannya, menyebabkan perubahan yang lebih dalam dalam kehidupan individu, organisasi bisnis, dan tata kelola manusia.


Sistem informasi mekanis skala besar pertama adalah tabulator sensus Herman Hollerith. Diciptakan pada waktunya untuk memproses sensus AS tahun 1890, mesin Hollerith mewakili langkah besar dalam otomatisasi, serta inspirasi untuk mengembangkan sistem informasi terkomputerisasi.



Salah satu komputer pertama yang digunakan untuk pemrosesan informasi tersebut adalah UNIVAC I, dipasang di Biro Sensus AS pada tahun 1951 untuk penggunaan administratif dan di General Electric pada tahun 1954 untuk penggunaan komersial. Dimulai pada akhir 1970-an, komputer pribadi membawa beberapa keuntungan dari sistem informasi untuk usaha kecil dan individu. Pada awal dekade yang sama, Internet mulai berkembang sebagai jaringan jaringan global. Pada tahun 1991 World Wide Web, ditemukan oleh Tim Berners-Lee sebagai sarana untuk mengakses informasi yang saling terkait yang disimpan dalam komputer yang tersebar secara global yang terhubung oleh Internet, mulai beroperasi dan menjadi layanan utama yang diberikan pada jaringan. Penetrasi global Internet dan Web telah memungkinkan akses ke informasi dan sumber daya lainnya dan memfasilitasi pembentukan hubungan di antara orang-orang dan organisasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kemajuan perdagangan elektronik melalui Internet telah menghasilkan pertumbuhan dramatis dalam komunikasi interpersonal digital (melalui email dan jejaring sosial), distribusi produk (perangkat lunak, musik, e-book, dan film), dan transaksi bisnis (pembelian, penjualan, dan iklan di Web). Dengan tersebarnya smartphone, tablet, laptop, dan perangkat mobile berbasis komputer lainnya di seluruh dunia, yang semuanya terhubung oleh jaringan komunikasi nirkabel, sistem informasi telah diperluas untuk mendukung mobilitas sebagai kondisi alami manusia.

Karena sistem informasi memungkinkan aktivitas manusia yang lebih beragam, mereka memberikan pengaruh besar terhadap masyarakat. Sistem ini mempercepat laju aktivitas sehari-hari, memungkinkan orang untuk mengembangkan dan memelihara hubungan baru dan seringkali lebih bermanfaat, memengaruhi struktur dan campuran organisasi, mengubah jenis produk yang dibeli, dan memengaruhi sifat pekerjaan. Informasi dan pengetahuan menjadi sumber daya ekonomi yang vital. Namun, seiring dengan peluang baru, ketergantungan pada sistem informasi membawa ancaman baru. Inovasi industri yang intensif dan penelitian akademis terus mengembangkan peluang baru sambil berusaha menahan ancaman.

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved