• (024) 6723456
  • sisteminofrmasi-s1@stekom.ac.id

Big data telah memberikan berbagai perubahan signifikan pada berbagai industri, termasuk industri pendidikan. Big data merupakan kumpulan data bervolume tinggi, kecepatan tinggi, dan/atau keragaman tinggi. Dengan bantuan digital agency, data tersebut dianalisis untuk mengetahui pola, tren, dan asosiasi yang berkaitan dengan perilaku dan interaksi manusia untuk memberikan peningkatan wawasan, pengambilan keputusan, dan proses otomatisasi. Karena memiliki data yang terus berkembang, proses analisis tidak dapat dilakukan dengan teknik pengolahan data konvensional.

Big data digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan operasional, menyediakan layanan pelanggan yang lebih baik, membuat personalisasi marketing campaign berdasarkan preferensi spesifik dari konsumen, dan meningkatkan profitabilitas. Bisnis yang memanfaatkan Big data memiliki keunggulan yang kompetitif dibandingkan dengan yang tidak, karena mereka dapat membuat keputusan bisnis yang lebih cepat dan lebih banyak data, apabila mereka menggunakan data tersebut secara efektif.

Big data telah mengubah sektor pendidikan

Saat ini, e-learning dan kelas online menjadi sangat populer di dunia pendidikan. Hal ini menciptakan sejumlah data yang besar terkait dengan pelajar dan fakultas, serta mengubah sektor pendidikan melalui cara berikut:

·         Wawasan untuk meningkatkan sistem

Dengan memanfaatkan data yang telah dianalisis, institusi akan mendapatkan wawasan yang dapat digunakan untuk meningkatkan sistem pendidikan.

·         Menciptakan kelas yang efektif dan lebih seru

Big data membantu organisasi menciptakan sebuah revolusi sistem dimana siswa dapat belajar secara efektif dan seru.

·         Sistem pembelajaran yang lebih personal

Kemampuan untuk melacak segala aspek dari aktivitas siswa menjadi lebih mudah untuk membuat personalisasi program kepada setiap siswa. Proses pembelajaran ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan setiap siswa.

·         Lingkungan pembelajaran yang optimal

Sistem pembelajaran yang lebih personal bagi siswa akan menciptakan situasi belajar yang lebih optimal juga bagi siswa.

Manfaat menggunakan Big data bagi siswa dan pengajar

Digital agency dapat memandu penggunaan big data untuk membantu institusi pendidikan dalam beradaptasi dengan kebutuhan siswanya. Hal tersebut membantu dalam mengembangkan kelas baru, strategi pengajaran, dan dasar kurikulum yang siswa inginkan dan butuhkan. Itu juga membantu institusi mengoptimalkan sumber daya dan sebagai hasilnya, hal tersebut akan meningkatkan performa mereka. Dengan mengimplementasikan proses pembelajaran yang personal, siswa dapat belajar dengan caranya tersendiri, untuk memastikan mereka memahami materi yang diberikan. Dengan bantuan Big data, pengajar dapat menentukan di area mana siswa unggul dan mana yang butuh untuk dibantu. Sistem Big data membantu pengajar untuk menilai siswa secara akurat, dengan terus memonitor progres dan keunggulan mereka. Sebuah laporan dapat dikembangkan untuk menunjukkan bidang minat siswa yang akan membantu mereka dalam menentukan karir. Laporan tersebut juga akan menampilkan area yang perlu untuk diperhatikan sehingga pengajar dapat menentukan cara terbaik untuk menolong mereka.

Big data saat ini telah dianggap sebagai “dashboard perilaku manusia” oleh Rick Smolan dan Jennifer Erwitt, penulis utama dari buku ilustrasi The Human Face of Big data. Metode dan analisa big data berkontribusi dalam melihat perilaku manusia mampu mengukur dan menganalisa aliran data yang konstan yang ditangkap melalui sensor, satelit, dan peranti berkemampuan GPS.8. Big data juga telah disebut sebagai emas pada saat ini. Saat ini banyak Inovasi dalam teknologi telah membuat data aktual yang sangat masif. Implementasi Big data dilakukan pertama kali pada algoritme pencarian web Google untuk menunjukkan perilaku pencarian pengguna google (Rheinhalter,2014). Saat ini perusahaan Netflix telah mengubah cara orang memilih dan mengonsumsi film dan televisi melalui mesin rekomendasi melalui implementasi Big data. Di bidang pendidikan dan pelatihan Big data dianggap sebagai peluang baru untuk menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan dan proses belajar peserta. Menggunakan Big data dalampendidikan bukan lagifiksi dan telah dilakukan di beberapa institusi. Dengan bantuan perangkat lunak yang menganalisis penekanan siswa untuk mengetahui perkembangan pembelajaran mereka. Perangkat lunak ini mengumpulkan informasi dari perangkat yang digunakan siswa dan mengumpulkan nilai, keterampilan belajar, poin yang kuat dan lemah serta pola ragu ketika menggunakan mouse komputer. implementasi Big data mampu melihat potensi pembelajaran yang disesuaikan ini juga memengaruhi pengajaran, dengan memberi staf pengajar lebih banyak waktu untuk mendukung siswa secara individu, dan lebih bisa melihat kebutuhan siswa. Saat ini inovasi teknologi dan peningkatan mobilitas siswa telah memungkinkan pendidikan berubah secara masif. Kepopuleran Massive Open Online Courses (MOOC) Saat ini telah tercatat 70 institusi di Amerika Serikat yang telah menawarkan kursus MOOC dan menjadi salah satu platform pendidikan online terbesar. Sebagai contoh Coursera dan dengan lebih dari 470.000pendaftaransiswa.Investasidiperlukan untuk memastikan pengembangan pendekatan pedagogi baru untuk memanfaatkan skala dan kemungkinan Big data tanpa melupakan kompleksitas yang terlibat dalam setiap pemikiran kreatif (Cusumano, 2013). Saat ini Eropa mampu meningkatkan daya saingnya melalui pengajaran online dan menggunakan implementasi teknologi Big data. Ada kebutuhan untuk mempertimbangkan dimensi etika dan moral, terutama bagaimana mengembangkan alat anonymisation data yang kuat. ada beberapa isu yang menjadi perhatian dalam implementasi big data dalam bidang pendidikan dan pelatihan antara lain: a. Privasi data : Privasi adalah bagaimana seseorang memiliki kontrol atas sejauh, waktu, dan keadaan berbagi diri (fisik, perilaku, atau intelektual) dengan orang lain. privasi juga disebut privasi informasi yaitu kemampuan organisasi atau individu untuk menentukan data apa tentang mereka dalam sistem komputer yang dapat dibagikan. b. Kerahasiaan : Hal ini berkaitan dengan perlakuan informasi yang telah diungkapkan seseorang dalam hubungan kepercayaan dan dengan harapan bahwa hal itu tidak akan diungkapkan kepada orang lain dengan cara yang tidak konsisten dengan pemahaman tentang pengungkapan asli tanpa izin. c. Keamanan data. Hal berkaitan erat dengan sejauh mana keamanan data tersebut disimpan dan digunakan agar tidak dapat diakses secara tidak sah dan termasuk di dalamnya mengenai standar yang dapat diikuti untuk mendapatkan akses yang tepat ke data yang sesuai. d. Pelanggaran keamanan. hal ini berkaitan dengan tindak lanjut jika telah terjadi pencurian atau akses tidak sah lainnya ke data yang berisi informasi pribadi sensitif yang menghasilkan potensi kompromi kerahasiaan data.

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved