• (024) 6723456
  • sisteminofrmasi-s1@stekom.ac.id

Artikel

Saluran Transmisi merupakan media yang digunakan untuk mentransmisikan tenaga listrik dari Generator Station/ Pembangkit Listrik sampai distribution station hingga sampai pada konsumer pengguna listrik. Tenaga listrik di transmisikan oleh suatu bahan konduktor yang mengalirkan tipe Saluran Transmisi Listrik.  Pada sistem tenaga listrik, jarak antara pembangkit dengan beban yang cukup jauh akan menimbukan adanya penurunan kualitas tegangan yang diakibatkan pada saluran yang mengalami drop tegangan. Dengan demikian sebuah saluran transmisi harus memiliki berbagai komponen untuk menjada kestabilan kualitas listrik hingga sampai kepada konsumen.

Jenis saluran transmisi

Berdasarkan kapasitas yang disalukan, saluran transmisi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :

  1. Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET)

Pada umumnya saluran transmisi di Indonesia digunakan pada pembangkit dengan kapastas 500 kV. Dimana tujuannya adalah agar drop tegangan dari penampang kawat dapat direduksi secara maksimal, sehingga diperoleh operasional yang efektif dan efisien.  Akan tetapi terdapat permasalahan mendasar dalam pembangunan SUTET ialah konstruksi tiang (tower) yang besar dan tinggi, memerlukan tanah yang luas, memerlukan isolator yang banyak, sehingga memerlukan biaya besar. Masalah lain yang timbul dalam pembangunan SUTET adalah masalah sosial, yang akhirnya berdampak pada masalah pembiayaan.

  1. Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT)

Pada saluran transmisi ini memiliki tegangan operasi antara 30kV sampai 150kV. Konfigurasi jaringan pada umumnya single atau doble sirkuit, dimana 1 sirkuit terdiri dari 3 phasa dengan 3 atau 4 kawat. Biasanya hanya 3 kawat dan penghantar netralnya diganti oleh tanah sebagai saluran kembali. Apabila kapasitas daya yang disalurkan besar, maka penghantar pada masing-masing phasa terdiri dari dua atau empat kawat (Double atau Qudrapole) dan Berkas konduktor disebut Bundle Conductor. Jarak terjauh yang paling efektif dari.

  1. Saluran Kabel Tegangan Tinggi

Saluran kabel bawah tanah (underground cable), saluran transmisi yang menyalurkan energi listrik melalui kabel yang dipendam didalam tanah. Kategori saluran seperti ini adalah favorit untuk pemasangan didalam kota, karena berada didalam tanah maka tidak mengganggu keindahan kota dan juga tidak mudah terjadi gangguan akibat kondisi cuaca atau kondisi alam. Namun tetap memiliki kekurangan, antara lain mahal dalam instalasi dan investasi serta sulitnya menentukan titik gangguan dan perbaikkannya.

Komponen Saluran Transmisi

Saluran transmisi terdiri dari

  1. Konduktor
  • Kawat konduktor ini digunakan untuk menghantarkan listrik yang ditransmisikan.
  • Kawat konduktor untuk saluran transmisi tegangan tinggi ini selalu tanpa pelindung/isolasi, hanya menggunakan isolasi udara.
  • Jenis Konduktor yang dipakai
    • Tembaga (cu)
    • Alumunium (Al)
    • Baja (steel)
  • Jenis yang sering dipakai adalah jenis alumunium dengan campuran baja.
  • Jenis-jenis penghantar Aluminium
    • AAC (All-Alumunium Conductor), yaitu kawat penghantar yang seluruhnya terbuat dari alumunium.
    • AAAC (All-Alumunium-Alloy Conductor), yaitu kawat penghantar yang seluruhnya terbuat dari campuran    alumunium.
    • ACSR (Alumunium Conductor Steel-Reinforced) Conductor, Steel-Reinforced), yaitu kawat penghantar alumunium berinti kawat baja.
    • ACAR (Alumunium Conductor, Alloy-Reinforced), yaitu kawat penghantar alumunium yang di perkuat    dengan logam campuran.
  • Jenis yang sering digunakan adalah ACSR.
  1. Isolator

ADVERTISEMENT

REPORT THIS AD

Isolator pada sistem transmisi tenaga listrik disni berfungsi untuk penahan bagian konduktor terhadap   ground. Isolator disini bisanya terbuat dari bahan porseline, tetapi bahan gelas dan bahan isolasi sintetik   juga sering digunakan disini. Bahan isolator harus memiiki resistansi yang tinggi untuk melindungi kebocoran   arus dan memiliki ketebalan yang secukupnya (sesuai standar) untuk mencegah breakdown pada tekanan   listrik tegangan tinggi sebagai pertahanan fungsi isolasi tersebut. Kondisi nya harus kuat terhadap goncangan   apapun dan beban konduktor.

Jenis isolator yang sering digunakan pada saluran transmisi adalah jenis porselin atau gelas.   Menurut penggunaan dan konstruksinya, isolator diklasifikasikan menjadi:

  • isolator jenis pasak
  • isolator jenis pos-saluran
  • isolator jenis gantung
  1. Infrastruktur

Infrastruktur adalah saraya yang digunakan saluran transmisi sebagai media penyalutran. Secara umum, ada dua jenis penyaluran (infrastruktur dari saluran transmisi, yaitu saluran udara dan saluran bawah tanah/laut.

  • Tiang Penyangga Saluran transmisi dapat berupa saluran udara dan saluran bawah tanah, namun pada    umumnya berupa saluran udara. Energi listrik yang disalurkan lewat saluran transmisi udara pada umumnya    menggunakan kawat telanjang sehingga mengandalkan udara sebagai media antar isolasi antar kawat    penghantar. Dan untuk menyanggah/merentangkan kawat penghantar dengan ketinggian dan jarak yang    aman bagi manusia dan lingkungan sekitarnya, kawat-kawat penghantar tersebut dipasang pada suatu    konstruksi bangunan yang kokoh, yang biasa disebut menara/tower. Antar menra/tower listrik dan kawat    penghantar disekat oleh isolator.
  • Saluran Kabel bawah laut, ini merupakan saluran listrik yang melewati medium bawah air (laut) karena transmisi antar pulau yang jaraknya dipisahkan oleh lautan.

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved